1. Definisi dan Tujuan Parafrase
Parafrase adalah proses menceritakan kembali atau menulis ulang gagasan dari sumber asli menggunakan bahasa dan struktur kalimat sendiri, tanpa mengubah makna aslinya.
Tujuan Utama:
Mengintegrasikan bukti atau teori ke dalam tulisan secara mulus.
Menunjukkan bahwa mahasiswa benar-benar memahami materi yang dibaca, bukan sekadar memindahkan teks.
Menghindari plagiarisme dan menurunkan persentase similarity index (misalnya pada Turnitin).
2. Langkah-Langkah Sistematis Melakukan Parafrase
Mahasiswa tidak disarankan memodifikasi kalimat sambil terus melihat teks asli, karena ini sering berujung pada patchwriting (hanya mengganti sinonim). Gunakan metode berikut:
Membaca (Read): Baca kalimat atau paragraf sumber berulang kali hingga intisari dan konteks utamanya benar-benar dipahami.
Menutup (Hide): Singkirkan atau tutup sumber teks asli tersebut. Ini adalah langkah krusial untuk mencegah peniruan struktur kalimat.
Menulis (Write): Tulis ulang gagasan utama dari ingatan menggunakan gaya bahasa dan diksi sendiri.
Membandingkan (Compare): Buka kembali teks asli. Bandingkan dengan tulisan yang baru dibuat. Pastikan maknanya sama persis, tetapi struktur kalimat (Subjek-Predikat-Objek) dan pilihan katanya berbeda.
Mencantumkan Sitasi (Cite): Tambahkan sumber kutipan sesuai standar yang berlaku (misalnya gaya APA edisi ke-7) di awal atau di akhir kalimat.
3. Contoh Kasus: Analisis Parafrase
Berikut adalah contoh perbandingan untuk menunjukkan batas antara modifikasi yang dilarang dan parafrase yang benar.
Teks Asli:
"Pembelajaran berbasis inkuiri terbukti meningkatkan kemampuan berpikir analitis siswa SMA dalam memahami konsep genetika, karena siswa dilibatkan langsung dalam proses observasi melalui praktikum." (Kusuma, 2025)
Parafrase Buruk (Patchwriting / Terindikasi Plagiarisme):
Pembelajaran inkuiri sudah dibuktikan bisa menaikkan kemampuan berpikir analitis anak SMA dalam pemahaman konsep genetika, sebab anak dilibatkan langsung pada proses observasi melalui praktik. (Evaluasi: Ini salah karena mahasiswa hanya mengganti beberapa kata dengan sinonimnya, sementara kerangka kalimat aslinya tetap sama persis).
Parafrase Baik (Sah dan Etis):
Keterlibatan aktif siswa melalui kegiatan observasi praktikum dalam model inkuiri memiliki dampak positif terhadap peningkatan nalar analisis mereka, khususnya pada materi genetika (Kusuma, 2025). (Evaluasi: Struktur kalimat diubah total. Fokus kalimat bergeser dari "pembelajaran berbasis inkuiri" menjadi "keterlibatan aktif siswa", namun gagasan aslinya tetap utuh, disertai sitasi gaya APA 7).
4. Panduan Menyusun Paragraf Hasil Parafrase
Saat memasukkan hasil parafrase ke dalam sebuah artikel ilmiah atau tugas akhir, mahasiswa harus memperhatikan struktur paragraf agar gagasan mengalir dengan logis. Dalam satu paragraf utuh, mahasiswa perlu menulis dengan urutan berikut:
Kalimat Utama (Pembuka Paragraf): Tuliskan argumen atau klaim utama mahasiswa sendiri sebagai pembuka kalimat (tanpa kutipan).
Kalimat Pendukung (Penyisipan Parafrase): Masukkan kalimat hasil parafrase dari sumber literatur beserta sitasinya untuk memperkuat argumen di kalimat pertama.
Kalimat Analisis/Sintesis: Tuliskan kalimat tambahan yang menjelaskan kaitan antara bukti (parafrase) tersebut dengan konteks topik penelitian yang sedang dibahas. Jangan biarkan kutipan berdiri sendiri tanpa penjelasan.